ICONNEWS|Jakarta – BYD mulai memperkenalkan Denza B5 kepada publik Indonesia melalui pameran otomotif, meski belum memasarkan SUV premium tersebut secara resmi. Soal harga, pihak BYD masih menahan diri dan memilih melihat respons pasar sebelum menentukan banderolnya.
Denza B5 sempat absen di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Namun, SUV premium tersebut justru tampil di pameran otomotif BCA Expoversary yang digelar di JIExpo Kemayoran. Kehadiran Denza B5 dalam pameran tersebut menjadi sinyal awal keseriusan BYD dalam menjajaki pasar Indonesia untuk lini premium mereka.
Head of PR and Government BYD Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan bahwa saat ini Denza B5 masih dalam tahap pengenalan. BYD ingin melihat sejauh mana minat dan ekspektasi konsumen sebelum memutuskan untuk benar-benar memasarkan model tersebut.
“B5 kami masih dalam tahap pengenalan dan mencoba melihat bagaimana atensi dari customer,” ujar Luther.
Ia menegaskan bahwa BYD tidak ingin terburu-buru. Penentuan harga akan sangat bergantung pada bagaimana pasar menilai produk tersebut, termasuk dari sisi fitur, kualitas rancang bangun (build quality), hingga teknologi yang diusung.
“Kita masih menilai secara atensi atau ekspektasi dari market terhadap produk itu. Memang yang penting mungkin harus dilihat dulu secara produknya, fiturnya, build quality-nya itu mungkin bisa terukur harganya. Memang secara kendaraan lebih advanced daripada sekelasnya,” tambah Luther.
Pernyataan tersebut memperkuat indikasi bahwa Denza B5 akan diposisikan sebagai SUV premium dengan harga yang mencerminkan teknologi dan kelengkapannya.
- Bocoran Spesifikasi dan Teknologi Canggih
Secara teknis, Denza B5 dibangun dengan pendekatan struktur Cell-to-Chassis (CTC), yakni integrasi baterai langsung ke dalam struktur rangka kendaraan. Teknologi ini meningkatkan rigiditas bodi sekaligus memperkuat perlindungan terhadap benturan, sehingga tidak hanya menunjang keselamatan, tetapi juga stabilitas dan kenyamanan berkendara.
Untuk menunjang kemampuan di berbagai medan, Denza B5 dibekali sistem DiSus-P intelligent hydraulic suspension yang dapat menyesuaikan karakter suspensi secara real time. Sistem ini dikombinasikan dengan diferensial mekanis depan dan belakang guna menjaga traksi dan stabilitas, terutama saat melibas medan berat.
Dari sisi kapabilitas off-road, SUV ini memiliki sudut approach 39 derajat dan sudut departure 35 derajat, serta kemampuan melintasi genangan air hingga 790 mm. Beragam mode berkendara turut disematkan untuk menyesuaikan karakter kendaraan, baik untuk penggunaan harian maupun aktivitas ekstrem.
Masuk ke dalam kabin, Denza B5 menawarkan nuansa premium melalui penggunaan material nappa leather pada seluruh jok. Kursi dilengkapi fitur pijat (massage), pemanas (heating), dan ventilasi untuk menunjang kenyamanan dalam perjalanan jauh.
Sistem infotainment mengandalkan layar 15,6 inci dengan dukungan wireless Apple CarPlay dan Android Auto. Pengalaman audio semakin maksimal berkat sistem premium Devialet 800 watt dengan konfigurasi 16 speaker.
Dari sisi keselamatan, Denza B5 dilengkapi 11 airbags, kamera 360 derajat, serta rangkaian fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) seperti Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking, Blind Spot Detection, dan Lane Keeping Assist.
Untuk performa, Denza B5 mengusung mesin bensin turbo 1.5L yang dipadukan dengan dua motor listrik dan sistem penggerak empat roda (AWD). Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga 425 kW dan torsi 760 Nm, dengan akselerasi 0–100 km/jam hanya 4,8 detik. SUV ini menggunakan baterai BYD Blade berkapasitas 31,8 kWh dengan jangkauan listrik hingga 90 km.
Dengan teknologi canggih, performa tinggi, dan fitur premium yang melimpah, Denza B5 jelas membidik segmen atas pasar otomotif Indonesia. Meski harga resmi masih dirahasiakan, langkah BYD memamerkannya ke publik menunjukkan bahwa peluang peluncuran di Tanah Air semakin terbuka. Kini, pasar tinggal menunggu keputusan final BYD terkait waktu dan banderol resmi SUV premium tersebut.
Oleh : Ilham Hibatullah – Icon News
Reporter : Ilham Hibatullah | Editor: Purwanto S.
Komentar