ICONNEWS | Tegal – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa banjir bandang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB (Waktu Indonesia Barat). Sungai yang meluap membawa lumpur, pasir, dan bebatuan yang menggenangi kawasan wisata, bahkan menyapu beberapa fasilitas, termasuk pemandian air panas, ikon wisata di Guci.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menyatakan bahwa berdasarkan pengamatan visual di lapangan, dampak banjir bandang tersebut cukup signifikan. Air banjir menutupi sebagian besar kawasan wisata, berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi pengunjung dan pengelola.
Secara visual, air banjir cukup tebal dan menutupi fasilitas utama di kawasan wisata. Situasi ini sangat berbahaya jika kegiatan pariwisata terus berlanjut,” kata Abdul Muhari dalam pernyataan resmi.
Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mengkonfirmasi bahwa belum ada laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut. Namun, langkah-langkah tanggap darurat segera dilaksanakan. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penilaian cepat, memverifikasi situasi terkini, dan melaksanakan upaya tanggap awal.
Iconnews | Spot Wisata Hancur Terbawa Arus
Sebagai langkah mitigasi, kawasan wisata pemandian air panas Guci ditutup sementara. Penutupan dilakukan untuk menghindari risiko lebih lanjut, mengingat kondisi cuaca di daerah tersebut masih berpotensi terjadi curah hujan sedang hingga tinggi.
BNPB menilai daerah Guci sangat rentan terhadap banjir bandang karena lokasinya di hulu sungai dengan lereng yang curam. Kondisi geografis ini meningkatkan potensi terjadinya aliran air yang tiba-tiba dan cepat saat hujan deras.
Selanjutnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mendesak warga yang tinggal di sepanjang Sungai Gung untuk meningkatkan kewaspadaan. Daerah yang diimbau untuk waspada meliputi kecamatan Balapulang, Dukuhwaru, dan Adiwerna, serta daerah Pantai Utara (Pantura) di Jawa Tengah, yang berpotensi terdampak banjir dari hulu.
BNPB mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan petugas penanggulangan bencana untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Oleh : Purwanto
Editor : Indra Permana,M.A
Komentar