Indramayu, 16 Juni 2026 – Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Pondok MAZ menghadirkan sosok inspiratif, Dr. Kartini Istiqomah, yang tampil sebagai salah satu “singa podium” dengan pemikiran tajam dan penuh apresiasi terhadap sistem pendidikan yang dikembangkan di lingkungan pondok.
Perempuan asli kelahiran Kudus yang memiliki rekam jejak nasional dan internasional ini mengungkapkan kekagumannya terhadap proses pembelajaran di Pondok MAZ. Menurutnya, model pendidikan yang memadukan teori dan praktik secara langsung merupakan sebuah keunggulan yang jarang dimiliki banyak lembaga pendidikan tinggi di Indonesia.
“Di luar sana, banyak perguruan tinggi menghadapi kesulitan ketika hendak melakukan pembelajaran berbasis praktik karena keterbatasan lahan dan sarana. Hanya kampus-kampus tertentu milik korporasi besar yang memiliki fasilitas lengkap. Namun di Pondok MAZ, saya melihat sesuatu yang luar biasa. Lahan praktik begitu luas, pertanian diajarkan secara nyata, bahkan bidang perkapalan juga diajarkan. Ini merupakan laboratorium kehidupan yang sesungguhnya,” ungkap Dr. Kartini di hadapan peserta peringatan 1 Muharam.
Dr. Kartini Istiqomah bukanlah figur biasa. Ia pernah menjabat sebagai Komisioner Ombudsman Republik Indonesia periode 2011–2016, menjadi anggota Steering Committee International Ombudsman Institute (IOI) dan Australia and Pacific Ombudsman Region (APOR), serta dipercaya sebagai anggota Organization of Islamic Cooperation Ombudsmen Association (OICOA) di Islamabad, Pakistan. Saat ini, ia juga aktif sebagai asesor di Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM RI serta akademisi senior di berbagai perguruan tinggi.
Lulusan Program Doktor Manajemen dan Bisnis dari Universitas Brawijaya ini menilai bahwa pendidikan masa depan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup (life skills), jiwa kewirausahaan, dan kemampuan memecahkan persoalan nyata di masyarakat.
Menurutnya, apa yang dilakukan Pondok MAZ merupakan contoh pendidikan yang membumi, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Pembelajaran yang mengintegrasikan pertanian, teknologi, dan keterampilan praktis merupakan investasi besar dalam membangun kemandirian bangsa.
Kehadiran Dr. Kartini Istiqomah dalam momentum Tahun Baru Islam 1448 H menjadi suntikan semangat bagi para santri dan peserta yang hadir. Apresiasi dari seorang akademisi dan tokoh nasional sekelas dirinya menjadi pengakuan bahwa model pendidikan Pondok MAZ memiliki potensi besar untuk menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan berbasis praktik dan kemandirian di Indonesia.
Peringatan 1 Muharam 1448 H di Pondok MAZ pun tidak sekadar menjadi seremoni pergantian tahun Hijriah, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang pentingnya membangun peradaban melalui pendidikan yang menyatukan ilmu, keterampilan, dan pengabdian kepada masyarakat. Di sinilah, sebagaimana disampaikan Dr. Kartini Istiqomah, pendidikan tidak berhenti di ruang kelas, melainkan hadir sebagai proses menyiapkan manusia yang siap mengelola kehidupan dan membangun masa depan bangsa.