Hikmah
Beranda / Hikmah / Semarak Gema Takbir Keliling di Kampung Sengon, Warga Arak Karya Seni Miniatur Masjid dan karya seni lainnya

Semarak Gema Takbir Keliling di Kampung Sengon, Warga Arak Karya Seni Miniatur Masjid dan karya seni lainnya

Suasana malam 1 Syawal 1447 Hijriah di Desa Sengon, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang berlangsung meriah. Warga menggelar gema takbir keliling dengan menampilkan berbagai karya seni, mulai dari miniatur masjid, bentuk binatang, hingga karya seni lainnya yang diarak keliling desa sambil mengumandangkan takbir.

Perayaan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Kampung Sengon,desa Tambakjati, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, diwarnai dengan kegiatan gema takbir keliling yang berlangsung semarak dan penuh kreativitas. Kegiatan ini menjadi tradisi tahunan yang selalu dinantikan oleh masyarakat setempat.

Warga dari berbagai kalangan turut berpartisipasi dalam memeriahkan acara tersebut dengan menampilkan beragam karya seni. Miniatur masjid dengan detail yang indah menjadi salah satu daya tarik utama. Selain itu, terdapat pula karya seni berbentuk berbagai jenis binatang serta patung-patung unik yang dibuat dengan penuh ketelitian.

Salah satu karya seni yang di arak keliling di iringi bacaan takbir yang berkumandang

Seluruh karya tersebut diarak mengelilingi kampung oleh peserta takbir keliling. Di sepanjang perjalanan, gema suara takbir terus dikumandangkan, memuji dan mengagungkan kebesaran Allah SWT. Suasana religius berpadu dengan nuansa seni dan kebersamaan, menciptakan momen yang penuh makna bagi masyarakat.

Salah satu karya seni berbentuk patung unik yang dibuat dengan penuh ketelitian.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana untuk menyalurkan kreativitas warga, khususnya generasi muda. Lomba karya seni yang digelar turut mendorong semangat berkarya dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Dengan antusiasme yang tinggi, warga berharap tradisi gema takbir keliling ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya lokal yang sarat nilai religius dan kebersamaan.

Benarkah Meninggalkan Shalat Jumat Tiga Kali Berturut-turut Termasuk Kafir?

Masyarakat Kampung Sengon juga berharap bahwasannya acara tradisi ini akan selalu di gelar setiap tahunnya di malam Idul fitri.

 

oleh Abdulah SE MM

Editor Indra Permana MA

 

Istighotsah di Makam Syekh Haji Mahfudin, Warga Tegalkoneng II Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement