ICONNEWS | Jakarta — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan empat langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Selain pengamanan lalu lintas, Kemenhub juga menggelar program Mudik Gratis yang diikuti 25.031 pemudik.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkolaborasi dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Sinergi lintas sektor ini bertujuan memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, selamat, dan lancar.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa kolaborasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran angkutan selama libur Nataru. Menurutnya, kesiapan seluruh pihak diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat di berbagai moda transportasi.
“Kami berharap kolaborasi antar lembaga untuk mendukung kelancaran angkutan ini dapat terus berjalan dengan baik demi pelayanan kepada masyarakat,” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Sabtu (13/12/2025).
Menhub menjelaskan, terdapat empat lokasi yang menjadi fokus utama pengamanan karena diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas signifikan, yakni jalan tol dan jalur arteri, pelabuhan dan penyeberangan, tempat ibadah, serta kawasan wisata dan pusat perayaan Tahun Baru.
Bersama Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, Dudy memaparkan empat langkah antisipasi yang telah disiapkan. Langkah pertama adalah penerapan rekayasa lalu lintas di jalan tol dan jalur arteri sebagai sasaran utama pengendalian arus kendaraan.
Langkah kedua difokuskan pada kelancaran layanan penyeberangan di pelabuhan, khususnya pada lintasan berpotensi padat seperti Merak–Ciwandan–BBJ serta Ketapang–Gilimanuk. Pemerintah telah menyiapkan skema penataan antrean, pengaturan akses keluar-masuk pelabuhan, serta koordinasi operasional dengan operator untuk mencegah penumpukan penumpang dan kendaraan, termasuk antisipasi cuaca buruk.
Langkah ketiga mencakup pengamanan tempat ibadah dan pengaturan mobilitas masyarakat selama puncak perayaan Natal dan Tahun Baru. Sejumlah posko terpadu, tim gabungan, serta personel pengamanan disiagakan di titik-titik strategis.
Langkah keempat adalah pengelolaan arus menuju dan dari destinasi wisata yang diperkirakan meningkat pasca puncak hari raya. Pengaturan arus lalu lintas, penempatan petugas, serta penguatan informasi perjalanan disiapkan agar masyarakat dapat memilih waktu dan rute perjalanan yang lebih aman.
Selain pengamanan lalu lintas, Kemenhub juga menyelenggarakan program Mudik Gratis selama libur Nataru 2025. Program ini diikuti oleh 25.031 pemudik yang diberangkatkan ke berbagai daerah tujuan menggunakan moda transportasi darat dan laut.
Program Mudik Gratis tersebut bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya, meningkatkan keselamatan perjalanan, serta memberikan layanan transportasi yang terjangkau bagi masyarakat.
Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menambahkan bahwa sejumlah rekayasa lalu lintas telah disiapkan dan akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
“Rekayasa lalu lintas yang mungkin diterapkan di antaranya sistem one way, contra flow, buka tutup jalan, serta pembatasan dan pengaturan angkutan barang di ruas-ruas utama,” ujar Agus.
Dengan kombinasi langkah pengamanan terpadu dan program Mudik Gratis tersebut, pemerintah berharap penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru 2025 dapat berjalan tertib, aman, dan lancar, sekaligus meminimalkan risiko kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.
Oleh : Indra Permana
Editor : Purwanto, SE
Komentar