ICONNEWS | Lampung – Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan, pelantikan pengurus DPD Golkar Lampung merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan kader menghadapi dinamika politik menjelang Pemilu 2029, terutama melalui penguatan konsolidasi dan transformasi kampanye berbasis digital.
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Lampung bukan sekadar upacara formal, melainkan awal dari rangkaian konsolidasi partai besar menuju Pemilu 2029. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan resminya pada acara pelantikan yang berlangsung di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Minggu, 30 November 2025.
“Bahlil meyakini momentum pelantikan ini krusial untuk memperkuat solidaritas, kesiapan struktural, dan kemampuan seluruh elemen partai dalam merespons dinamika kampanye yang semakin digital. Ia meyakini proses konsolidasi tidak boleh berhenti di pelantikan, melainkan menjadi fondasi bagi strategi pemenangan yang lebih modern. “Pelantikan bukanlah akhir dari proses konsolidasi, melainkan awal dari perjalanan menuju tujuan utama, yaitu Pemilu 2029,” ujarnya.
Menegaskan Sejarah Besar Golkar Selain membahas strategi politik, Bahlil juga mengenang sejarah panjang kemunculan Partai Golkar sebagai kekuatan politik yang inklusif. Ia menjelaskan bahwa Golkar berawal dari 97 organisasi kemasyarakatan, mulai dari kelompok tani dan nelayan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), organisasi kemahasiswaan, hingga organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah. “Golkar lahir untuk menegakkan ideologi Pancasila. Golkar milik rakyat Indonesia, bukan milik keluarga atau golongan tertentu,” ujarnya.
Bahlil meyakini akar sejarah ini krusial bagi Golkar untuk menjaga keterbukaan dan kedekatan dengan rakyat.
Dengan pengalamannya yang luas di kancah politik nasional, ia optimistis Golkar akan tetap mampu beradaptasi dan bersaing di era yang semakin kompetitif. “Selama 32 tahun, negara ini dipimpin oleh Golkar, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Itu bukti pengalaman kita yang luas dalam membangun bangsa,” pungkasnya.
oleh : Purwanto
Editor : Indra Permana, S.Kom
Komentar